You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemkot Jakbar Minta Warga Maksimalkan Usulan Musrenbang
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Warga Jakbar Diminta Maksimalkan Usulan Saat Musrenbang

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat meminta warga untuk memaksimalkan penyampaian usulan dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026.  

"Masih jauh dari yang kita harapkan"

Sekretaris Kota Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim mengatakan, saat ini capaian input aspirasi warga masih rendah. Berdasarkan rekapitulasi progres input aspirasi warga yang disampaikan oleh Subanppeda, hingga saat ini baru tercapai 24,29 persen atau sebanyak 714 usulan.

"Capaian ini masih jauh dari yang kita harapkan. Saya meminta para lurah dan camat untuk memantau, mengawal, serta mempercepat proses input aspirasi warga yang dilakukan oleh para ketua RW dengan pendampingan dari masing-masing pendamping," ujarnya, Kamis (15/1).

Pemkot Jakpus Siapkan Tahapan Musrenbang 2026

Firmanudin menjelaskan, dengan sisa waktu input yang hanya dua hari, seluruh unsur di wilayah diminta berperan aktif agar pemanfaatan Musrenbang sebagai sarana penyerapan aspirasi warga dapat mencapai 100 persen pada hari Jumat.

"Intinya, saya meminta semua pihak memastikan pelaksanaan Musrenbang tahun ini lebih baik dari tahun lalu, baik dari sisi penyelenggaraan maupun dari kualitas usulan yang disampaikan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Subanppeda Jakarta Barat, Agus Sanyoto menambahkan, berdasarkan data terkini, dari total 590 RW di Jakarta Barat, baru 209 RW yang telah menginput aspirasi warganya.

"Dari jumlah tersebut, telah terjaring sebanyak 714 usulan kegiatan. Jumlah ini masih dirasa kurang, mengingat sisa waktu tahapan hanya dua hari lagi hingga hari Jumat mendatang," bebernya.

Agus merinci, kecamatan dengan jumlah input usulan tertinggi adalah Kecamatan Palmerah dengan 176 usulan, disusul Kecamatan Tambora sebanyak 157 usulan, dan Kecamatan Kebon Jeruk berjumlah 121 usulan.

Ia memaparkan, mekanisme penyelenggaraan Musrenbang Tahun 2026 memiliki perbedaan dibandingkan Musrenbang Tahun 2025. Salah satu perbedaannya adalah proses penjaringan aspirasi warga pada tahap Rembuk RW yang sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing RW.

"Dalam pedoman yang berlaku, proses input aspirasi warga dilaksanakan pada pekan pertama dan kedua Januari 2026," ucapnya.

Ia meminta agar usulan yang disampaikan benar-benar merupakan skala prioritas lingkungan. Sehingga, betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.

"Mudah-mudahan seluruh rangkaian penyelenggaraan Musrenbang hingga tahap akhir dapat berjalan maksimal agar warga merasa puas dengan hasil usulan mereka," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

    access_time02-02-2026 remove_red_eye4784 personBudhy Tristanto
  2. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye1275 personDessy Suciati
  3. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye1092 personFakhrizal Fakhri
  4. Hujan Bakal Basahi Jakarta Hari Ini

    access_time28-01-2026 remove_red_eye1040 personDessy Suciati
  5. Layanan Edukasi dan Asistensi SPT Tahunan Dihadirkan Secara Online

    access_time30-01-2026 remove_red_eye997 personAldi Geri Lumban Tobing